Sabtu, 06 Juli 2013

Masa Lalu~

Seseorang yang pernah menjadi bagian dari hari-hariku kini menjadi sosok yang aku BENCI! AKU BENCI!!!!

Dulu... setiap malam, aku selalu menunggu pesan-pesan singkatmu yang membuatku tersenyum diam-diam. Mendengar suaramu melalui telepon, dan menceritakan tentang kita. Aku dan kamu adalah KITA! Iya, itu dulu. Sebelum kata perpisahan terucap diantara kau dan aku. Perpisahan yang bisa ku nilai tak wajar jika dibandingkan dengan dua sejoli penjalin cinta yang lainnya.

Kamu dulu pernah aku hadirkan didalam hari-hariku, tamu indah di mimpiku, dan sosok yang selalu ku nantikan. Namun, semuanya berubah  seiring berjalannya dengan waktu. Tiba-tiba saja kamu menghilang. Akhirnya, aku telah sampai difase ini. Posisi yang tidak pernah aku harapkan. Aku tak salah. Dan bukankah cinta tak pernah salah? Bisa saja. Ah sudahlah.. aku yang salah, aku telah membiarkan kamu dengan mudahnya memasuki hatiku. Kini aku mulai membencimu!

Aku membenci seseorang yang pernah ada dihatiku. Iya, K-A-M-U! Karena kamu pergi menghilang tanpa kata, dan secepat itu aku menilai inilah awal dari perpisahan, yang mungkin sudah mulai kamu harapkan diantara kita.
Mengetahui kamu berubah, ada hal yang masih tak aku mengerti. Mengapa kamu bisa melakukan hal separah ini padaku? Pergi begitu saja, padahal kamu yang mengawalinya. Kamu bodoh sayang... Menjauhiku tanpa alasan yang jelas, dan menghempaskan aku sekeras itu. Sakit.

Aku sakit. Karena kamu menghilang disaat aku mulai nyaman dengan kehadiranmu. Katamu usahamu dulu menarik perhatianku sangat sulit. Harusnya kamu ingat itu. Tapi, ternyata kamu kejam! Aku salah memilihmu, orang sepertimu lebih baik ku hempaskan dan ku abaikan daripada harus aku coba untuk masuk merasuk kedalam hatiku. Inilah yang disebut PENYESALAN.

Pantaskah aku mesakan kehilangan? Tidak munafik, bila aku merasakan kehilangan. Dulu aku terbiasa dengan sapaanmu di pesan singkat, tapi kini kamu pergi tanpa jejak bagai pengembara yang melintasi bumi menggunakan helikopter.

Andai waktu ini dapat ku putar. Aku tak ingin perkenalan terjadi diantara kita. Mendengar kata-kata cinta darimu. Tersenyum ketika membaca sapaanmu di pesan singkat. Dan ingin mendengar suaramu ketika mata ingin terpejamkan walau hanya melalui telepon. Sungguh, aku tak ingin hal seindah ini terjadi bila pada akhirnya kamu menghempaskan aku sekeji ini.

Semua telah berlalu, dan setiap cerita memiliki akhir ceritanya. Tapi bukan akhir yang seperti ini yang aku inginkan dalam kisahku. Kamu tak pantas sebagai sosok masa lalu dari seorang pemeran utama di kisahku. Aku menyesal mengenalmu. Begitu banyak kebencian terpendam dalam hatiku. Orang yang pernah menjadi kekasih pemeran utama dalam kisahku (baca: AKU) berubah menjadi orang yang sangat ku benci.

Jangan pernah datang lagi, (kamu) orang yang tak penting dalam kisahku. Kelak kamu akan rasakan perihnya ditinggalkan, semua akan berbalik sayang...

1 komentar:

  1. Awesome this Note's :) ...


    hehe Follback My Blog ya :))
    deltacommunity08.blogspot.com

    BalasHapus