Sabtu, 15 Juni 2013

Mengagumi-mu Untuk Kesekian Kalinya

Hari ini aku melihatmu lagi... untuk kesekian kalinya mataku ini melihat makhluk ciptaan sang penguasa langit dan bumi yang satu itu. K-A-M-U

Ternyata rasa itu masih ada! Setelah beberapa hari tak melihatmu, kamu masih terlihat berbeda dari yang lainnya:) Sederhana, misterius, dan begitu sulit untuk ku tebak. Dia benar benar mempesona dihadapanku
Namun, karena semua orang memiliki opininya masing-masing, jadi tak mungkin bila setiap orang juga akan berpendapat kalau makhluk yang selalu menerangi hari-hariku ini sangatlah mempesona.
Dan ini bukanlah suatu kesalahan, jika aku beropini bahwa sosok seperti mu adalah makhluk yang mengagumkan.

Seperti biasa, melihatmu secara diam-diam (lagi dan lagi) hingga membentuk senyum bahagia dari bibirku, tertawa saat melihat tingkah konyolmu yang kau lakukan saat bersama teman-temanmu, dan kecewa saat ragamu tak tertangkap oleh retina yang selalu menangkap setiap cahaya yang masuk ke mata dengan sigapnya. Bersembunyi. Aku bersembunyi di tempat yang tak terlihat olehmu, diantara keramaian raga-raga umat yang senantiasa berada disekitarmu.

Kau ku rindukan setiap harinya, entah sampai kapan perasaan ini akan tumbuh dan mungkin tak akan pernah bersemi. Seperti dedaunan yang berguguran dengan indah, layaknya seseorang yang telah mengubur luka lamanya dan mencoba untuk menumbuhkan cinta yang baru lalu berpisah, seiring berjalannya waktu di  kesenjaan hidup. Masa tua lebih tepatnya. Kau dan aku akan seperti dedaunan yang berguguran itu, mengubur luka lama yang pernah kita rasakan bersama orang dimasa lalu, kemudian menanam cinta yang akan bersemi sampai kau dan aku menutup mata untuk selamanya dan hidup di keabadian. HANYA MIMPI! Itu hanyalah mimpi! Makhluk sepertimu takkan mungkin bisa ku genggam.

Aku masih tak mengerti, rasa apa yang telah ku berikan padamu? Jika ini hanya ketertarikan sesaat, mengapa aku begitu sulit untuk tidak menatapmu walau hanya semenit saja? Mataku bahkan selalu mengikuti setiap langkah yang kau tuju, sampai-sampai kesedihan dan kebahagiaan yang berada didasar hatimu bisa terbaca olehku. Ketika kau mencoba merasa bahagia menjalani kehidupan ini, padahal hatimu sedang merintih, menangis, memekik ketakutan aku pun merasakan apa yang kau rasa. Tapi.. mengapa? Mengapa aku tak bisa membaca apa yang ada dihatimu, saat mata indahmu tak sengaja melihat ragaku yang tertangkap sedang memerhatikanmu secara diam-diam.

Apakah sungguh ada CINTA? Cinta itu sederhana, bisa kita berikan kepada siapa saja yang kita cintai tanpa ada larangan. Namun.. di dalam suatu hubungan, cinta itu akan menjadi rumit hingga akhirnya pudar dan memutuskan untuk pergi. Pudarnya cinta itulah fase yang tak ku harapkan keberadaannya diantara kita. Aku ingin memilikimu, namun ku tak ingin jika cinta itu akan pergi pada akhirnya. Lalu? Memilikimu dialam mimpi? Di alam mimpi kamu sudah ku miliki, tapi bagaimana di alam nyata? Apa aku bisa memilikimu? Dunia nyata tidaklah seindah dunia mimpi:( Di dunia mimpi, semua impian dan khayalan bisa terjadi, dan hal seperti itu tak akan terjadi di tempat kau dan aku membuka mata.

Haruskah aku memejamkan mata agar aku bisa memilikimu seutuhnya? Dan apa kabar dengan dunia nyata? Akankah bertakdir sama dengan apa yang ada di dunia yang ku sebut mimpi itu? Bagaimana bisa aku memilikimu? Jika bahkan, aku hanya mengenalmu melalui tulisan-tulisan yang kau tuangkan pada akun socmedmu yang sering aku terka-terka maksud dari kata-katamu. Mengenal sosokmu (baca: orang yang tak pernah mengenalku) tanpa pernah ada percakapan kecil diantara kita itupun sudah cukup :")

Lagi-lagi aku hanya bisa berharap. Berharap agar suatu saat nanti kau bisa ku miliki bukan hanya di alam mimpi. Namun, di tempat kita mewujudkan impian, dan di keabadian.

Untuk kesekian kalinya, aku mengagumimu dan memerhatikanmu diam-diam. Hingga tiba waktunya hati ini lelah untuk mengagumimu. Sadarkah kaaauuuu? Apakah kau sadar ada aku yang mengagumimu? Mungkin. Kamu menyadarinya, namun seolah tak peduli. Aku tau itu :"""")

Tidak ada komentar:

Posting Komentar