Senin, 04 Mei 2015

Aku...

Inilah!
Aku adalah baru dan sekarangmu.
Aku adalah cinta dan rahasiamu.
Dan ada banyak yang aku tidak mau.

Aku tidak mau jadi nomor satumu.
Aku tidak mau jadi pilhan terbaikmu.
Aku tidak mau jadi segalanya bagimu.
Aku tidak mau jadi kepentingan utamamu.
Aku tidak mau jadi alasan terbesarmu.
Aku tidak mau jadi mimpi terindahmu.
Aku tidak mau jadi dusta terhebatmu.
Aku tidak mau jadi cita-cita tertinggimu.
Aku tidak mau jadi pemilik masadepanmu.
Aku tidak mau jadi kenangan termanismu.
Aku tidak mau jadi malaikatmu.
Aku tidak mau jadi hidup dan matimu.
Aku tidak mau jadi surgamu.
Aku tidak mau.
Yang aku mau,
kamu
Dan ada lagi yang aku mau

Aku mau jadi suka dan dukamu.
Aku mau jadi susah dan senangmu.
Aku mau jadi tawa dan marahmu.
Aku mau jadi pergi dan pulangmu.
Aku mau jadi kekasih terakhirmu.
Ya...
Aku memang banyak maunya.
















-zh

Remember When

Apa pun  yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisah kita. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

Lalu saat kau berkata, "Aku mencintaimu," aku merasa senja tak lagi membawa berita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita.............................., dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.























-Winna Efendi

Love, Secret, and Justice

Dia pandai menyimpan rahasia. Di lipatan kerut wajah, di lengkungan senyuman tipis, bahkan di setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Rahasianya paling besar adalah nama orang yang dia cintai dengan segenap hati. Namun, betapa pun dia berusaha melakukannya, ada saja serpih-serpih pengingat yang berserakan di sekitar dirinya; di antara rinai hujan, di tengah-tengah alunan musik favoritnya, di antara memori yang menolak untuk dilupakan.

Dia pandai menyimpan rahasia, tetapi mulai kepayahan menghindar ketika rahasia itu datang menghantui. Seperti pertanyaan teka-teki yang tak kunjung ditemukan jawabannya, kini hanya rahasia itu saja yang ada di dalam benaknya. Menyiksanya, kemudian mendesaknya untuk berhadapan langsung dengan ketakutannya sendiri: mengungkap cinta rahasianya.

















~Gagas Media

Sebuah Cerita..

Aku punya cerita.
Tentang seseorang yang menghabiskan separuh hidupnya mencari cinta. Menelusuri ke segala, bertanya ke semua orang. Dan, pada suatu masa, orang itu mulai merasa lelah. Mulai pesimis. Apakah semustahil itu cinta hadir untuk dirinya?

Saat itulah cinta datang. Sungguh-sungguh menghampirinya, benar-benar berdiri di hadapannya. Namun, tahukah kau apa yang dia lakukan kemudian? Berjalan menjauh. Dan, melanjutkan pencariannya lagi.

Aku punya cerita.
Tentang orang yang terlalu banyak berharap. Tentang sebuah kekeraskepalaan. Tentang temanku. Tentang cerita yang tak kunjung lengkap.























~Gagas Media

One More Chance

Cintaku tak habis untuknya...

Naif, tapi itulah cinta yang kurasa. Tak sepadan dengan waktu yang selalu tepat waktu.

Tapi taukah kamu dimana letak ironisnya situasi ini, ketika menyadari cintaku ternyata berbanding terbalik dengan perjalanan waktu.

Pintaku ini nyaris mustahil. tapi, jika memang bisa, sudikah waktu berhenti sejenak untuk mengabulkan inginku, agar bersamanya lebih lama lagi? Karena bersama dia selamanya pun sebenarnya tidaklah cukup...