Senin, 15 Juli 2013

Pernahkah Kamu?

Apakah kamu pernah merasakan apa yang aku rasakan?
Semua orang pasti pernah di posisi yang sebenarnya tak pernah dia inginkan begitu juga dengan aku..

Hai kamu! seseorang yang selalu ku puja dalam sembunyiku:')
Bagaimana kabarmu saat ini? Dari jarak sejauh ini, aku tau kamu dalam keadaan baik-baik saja walaupun sebenarnya ada sesuatu yang pasti sedang kau sembunyikan diantara makhluk sekitarmu.

Aku mengagumimu. Bahkan aku mulai mencintaimu. Sadarkah? Iya. Mungkin kamu menyadarinya namun seolah tak peduli.
Tapi... pernahkah kamu berada diposisi seperti aku?
Mengagumi seseorang hanya dari kejauhan, yang mungkin tak akan pernah sadar akan keberadaanmu.
Pernahkah kamu mengagumi seseorang yang bahkan tak pernah mengenalmu?
Pernahkah kamu berusaha untuk mengenal orang yang kau kagumi namun ketakutan menyergapmu?
Iya. Ketakutan yang bisa saja timbul saat makhluk tuhan merasakan jatuh cinta. Takut cintanya tak berbalas..

Aku telah mencoba untuk tak memendam rasa terlalu dalam, tapi menghentikan perasaan itu sulit.
Lalu, pernahkah kamu berada diposisi seperti aku?
Mengharapkan seseorang yang tak mengerti akan perasaanmu padanya. Bahkan pujaanmu sangatlah cuek untuk hal yang disebut CINTA.
Pernahkah kamu merasakan cinta hingga menghasilkan luka?
Pernahkah kamu tak bisa berhenti memikirkan seseorang yang mulai menyelonong masuk ke dalam hatimu?
Jika pernah, tolong bantu aku! Bantu aku untuk bisa mengenalmu sedalam yang aku impikan. Tolonglah.

Aku tak lelah menunggu, namun aku hanya ingin kau sadar bahwa AKU MENCINTAIMU.
Pernahkah kamu menunggu seseorang, hingga membuatmu tak tau berapa lamakah kamu telah menunggu?
Separah itukah? Mungkin, terlalu banyaknya waktu yang kau sisihkan untuk menunggu pujaanmu yang tak kunjung datang menjemput.

Tolong jangan biarkan aku terus bermimpi..
Jangan biarkan aku menunggu hal yang tak semestinya ku tunggu..
Jangan biarkan aku mengharapkan kau singgah padahal aku bukanlah tujuanmu..
Jangan biarkan aku terus membuang waktuku hanya karena kamu yang tak akan mungkin ku miliki...

Kamu.. terlalu aku kagumi, bahkan aku mulai mencintaimu. Hingga seluruh kosakata pun tak mampu mendefinisikannya
Kamu.. terlalu sulit untuk ku miliki. Hingga aku bagaikan pungguk yang merindukan bulan
Terlalu tinggi, dan terlalu sulit untuk makhluk seperti KAMU:')






Sabtu, 06 Juli 2013

Masa Lalu~

Seseorang yang pernah menjadi bagian dari hari-hariku kini menjadi sosok yang aku BENCI! AKU BENCI!!!!

Dulu... setiap malam, aku selalu menunggu pesan-pesan singkatmu yang membuatku tersenyum diam-diam. Mendengar suaramu melalui telepon, dan menceritakan tentang kita. Aku dan kamu adalah KITA! Iya, itu dulu. Sebelum kata perpisahan terucap diantara kau dan aku. Perpisahan yang bisa ku nilai tak wajar jika dibandingkan dengan dua sejoli penjalin cinta yang lainnya.

Kamu dulu pernah aku hadirkan didalam hari-hariku, tamu indah di mimpiku, dan sosok yang selalu ku nantikan. Namun, semuanya berubah  seiring berjalannya dengan waktu. Tiba-tiba saja kamu menghilang. Akhirnya, aku telah sampai difase ini. Posisi yang tidak pernah aku harapkan. Aku tak salah. Dan bukankah cinta tak pernah salah? Bisa saja. Ah sudahlah.. aku yang salah, aku telah membiarkan kamu dengan mudahnya memasuki hatiku. Kini aku mulai membencimu!

Aku membenci seseorang yang pernah ada dihatiku. Iya, K-A-M-U! Karena kamu pergi menghilang tanpa kata, dan secepat itu aku menilai inilah awal dari perpisahan, yang mungkin sudah mulai kamu harapkan diantara kita.
Mengetahui kamu berubah, ada hal yang masih tak aku mengerti. Mengapa kamu bisa melakukan hal separah ini padaku? Pergi begitu saja, padahal kamu yang mengawalinya. Kamu bodoh sayang... Menjauhiku tanpa alasan yang jelas, dan menghempaskan aku sekeras itu. Sakit.

Aku sakit. Karena kamu menghilang disaat aku mulai nyaman dengan kehadiranmu. Katamu usahamu dulu menarik perhatianku sangat sulit. Harusnya kamu ingat itu. Tapi, ternyata kamu kejam! Aku salah memilihmu, orang sepertimu lebih baik ku hempaskan dan ku abaikan daripada harus aku coba untuk masuk merasuk kedalam hatiku. Inilah yang disebut PENYESALAN.

Pantaskah aku mesakan kehilangan? Tidak munafik, bila aku merasakan kehilangan. Dulu aku terbiasa dengan sapaanmu di pesan singkat, tapi kini kamu pergi tanpa jejak bagai pengembara yang melintasi bumi menggunakan helikopter.

Andai waktu ini dapat ku putar. Aku tak ingin perkenalan terjadi diantara kita. Mendengar kata-kata cinta darimu. Tersenyum ketika membaca sapaanmu di pesan singkat. Dan ingin mendengar suaramu ketika mata ingin terpejamkan walau hanya melalui telepon. Sungguh, aku tak ingin hal seindah ini terjadi bila pada akhirnya kamu menghempaskan aku sekeji ini.

Semua telah berlalu, dan setiap cerita memiliki akhir ceritanya. Tapi bukan akhir yang seperti ini yang aku inginkan dalam kisahku. Kamu tak pantas sebagai sosok masa lalu dari seorang pemeran utama di kisahku. Aku menyesal mengenalmu. Begitu banyak kebencian terpendam dalam hatiku. Orang yang pernah menjadi kekasih pemeran utama dalam kisahku (baca: AKU) berubah menjadi orang yang sangat ku benci.

Jangan pernah datang lagi, (kamu) orang yang tak penting dalam kisahku. Kelak kamu akan rasakan perihnya ditinggalkan, semua akan berbalik sayang...