Mataku sibuk mengitari sudut-sudut disekitarku, mencari sosok makhluk Tuhan yang kehadirannya selalu aku harapkan setiap harinya. Aku tak pernah mengenalnya, dan tak pernah sekalipun berbicara padanya. Tapi.. entah mengapa aku merasa begitu sangat dekat dengannya, dan dari pertemuan saat UTS itulah tiba-tiba saja ada perasaan aneh yang muncul dari dalam diriku yang tak ku tau apa perasaan itu sebenarnya. Cinta? Apakah ini rasa cinta? Kagum? Apa benar aku mengaguminya? Ataukah ini hanya perasaan senang pada seseorang? Senang , melihat sosok lelaki pendiam yang berzodiak scorpio, berambut ikal, berkulit kuning langsat, memiliki tinggi tubuh yang ideal, humoris, dan merupakan seorang liverpudlian. Aku benar benar tak mengerti perasaan apakah ini sebenarnya? Aneh dan berbeda dari perasaan yang pernah kurasakan sebelumnya.
Jika memang cinta, mengapa cinta bisa bersemi begitu cepatnya? bahkan hanya melalui tatapan mata, itupun tidak terjadi secara berulang-ulang kali. Waktu itu mata kita sempat bertemu, namun bisa saja itu terjadi hanya karena unsur kebetulan semata, bukan karena matanya ingin melihat mataku. Dan apabila ini rasa kagum, apa yang ku kagumi dari sosoknya? Sosok yang bahkan tak pernah ku kenal, dia tampak biasa biasa saja, sama halnya seperti lelaki yang ada disekitarku pada umumnya.
Jika diperhatikan, tidak ada sisi istimewa yang melekat pada dirinya. Tapi, mengapa aku selalu merindukan kehadirannya? Dan jika ini rasa suka, mengapa aku menyukainya? Dia cuek, nakal, dan sedikit tak beraturan, namun murah dalam memberikan senyuman yang sering ia luncurkan dari bibir mungilnya itu. Apa karena itu, aku mengagumi sosoknya? Hemm, entahlah.. aku tak bisa menjelaskannya menggunakan kata-kata, karena perasaan ini sungguh berbeda. Aku heran mengapa bibir ini terlalu sulit rasanya mendefinisikan perasaan yang bergejolak didalam hatiku ini, bahkan saat bertemu dengannya bibirku tiba tiba saja menjadi kelu. Hati yang merasakannya pun tak mampu untuk menjawab tentang perasaan yang sedang terjadi padaku ini.
Dan lagi lagi CINTA.. Mungkinkah aku mencintainya? Bagaimana bisa aku mencintainya? Jika bahkan aku tak pernah mengenal sosoknya, dan mungkin saja dugaanku salah. Aku tidak mencintainya, namun hanya sekedar mengaguminya. Ya, mungkin rasa ini tidak lebih dari rasa kagum. Aku kagum kepada sosokmu yang selalu kupandangi dengan senyumku secara diam diam yang mungkin tak pernah kau sadari adanya.
Ada apa denganku? Mengapa aku terlalu bodoh dalam hal seperti ini? Aku tau bahwa kamu hanya sosok yang pantas untuk ku kagumi, bukan untuk ku genggam. Kamu kupandangi diam diam, bukan karena aku tak berani mengutarakannya secara nyata. Namun, karena aku adalah seorang perempuan yang memang dikodratkan hanya untuk menunggu, menunggu, dan menunggu. Dan mungkin memang sampai nanti aku hanya bisa menunggu, mengagumi, dan memujamu dalam sembunyiku.
Mungkin aku tak akan mungkin bisa mengenal sosokmu. Dan kamu, tak akan mungkin mengetahui sosokku. Aku hanya tau kamu yang kulihat seperti setiap harinya. Sempurna. Berbeda. Segalanya. Rasa ini memang bukan cinta, karena tumbuh dan berseminya terlalu cepat untuk dirasakan, terlalu berlebihan, dan terlebih lagi aku dan kamu tak saling mengenal. Mungkin benar, ini lebih tepat disebut kagum. Tapi, dibalik rasa kagumku ini terselip rasa ingin memiliki sosokmu yang hanya bisa ku puja dari kejauhan. Memerhatikan segala gerak gerik tubuhmu yang tak pernah kau sadari bahwa dalam kehadiranmu itu ada seseorang yang selalu ingin menatapmu, melihat senyummu, dan berharap suatu saat nanti bisa mengenalmu secara nyata bukan sekedar ilusi.
Bisa memerhatikanmu diam diam walau tak benar benar menyentuhmu, itu sudah melengkapkan hari hariku. Memiliki sosokmu walau hanya dialam mimpi pun sudah sangat cukup bagiku, apalagi jikalau itu menjadi nyata. Dengan mudahnya kau masuk memenuhi sudut ruang otakku, dan kini hatiku dipenuhi oleh guratan guratan indah yang mengukir namamu. Ingin rasanya kuhabiskan waktuku hanya untuk menatapmu dari kejauhan, memerhatikan gerak gerikmu hingga membuatku tersenyum tak karuan, serta mengagumi indahnya sosokmu, lagi dan lagi. Sampai tiba saatnya, saat dimana mataku telah lelah menatapmu dan menutup untuk selamanya. Berlebihankah? Tapi kamu memang terlalu indah, dan mustahil jika aku bisa mencuri perhatianmu sehebat kamu yang telah berhasil mencuri perhatianku. Aku tak mengharap lebih untuk bisa menggenggammu walau sesaat saja, karena cinta memang takkan bisa dipaksakan. Biarlah hanya aku yang mengagumi sosokmu dengan tulus tanpa mengharap balas, karena kita memang tak saling mengetahui.
Aku disini menunggumu selalu, memujamu dalam sembunyiku....
Jika diperhatikan, tidak ada sisi istimewa yang melekat pada dirinya. Tapi, mengapa aku selalu merindukan kehadirannya? Dan jika ini rasa suka, mengapa aku menyukainya? Dia cuek, nakal, dan sedikit tak beraturan, namun murah dalam memberikan senyuman yang sering ia luncurkan dari bibir mungilnya itu. Apa karena itu, aku mengagumi sosoknya? Hemm, entahlah.. aku tak bisa menjelaskannya menggunakan kata-kata, karena perasaan ini sungguh berbeda. Aku heran mengapa bibir ini terlalu sulit rasanya mendefinisikan perasaan yang bergejolak didalam hatiku ini, bahkan saat bertemu dengannya bibirku tiba tiba saja menjadi kelu. Hati yang merasakannya pun tak mampu untuk menjawab tentang perasaan yang sedang terjadi padaku ini.
Dan lagi lagi CINTA.. Mungkinkah aku mencintainya? Bagaimana bisa aku mencintainya? Jika bahkan aku tak pernah mengenal sosoknya, dan mungkin saja dugaanku salah. Aku tidak mencintainya, namun hanya sekedar mengaguminya. Ya, mungkin rasa ini tidak lebih dari rasa kagum. Aku kagum kepada sosokmu yang selalu kupandangi dengan senyumku secara diam diam yang mungkin tak pernah kau sadari adanya.
Ada apa denganku? Mengapa aku terlalu bodoh dalam hal seperti ini? Aku tau bahwa kamu hanya sosok yang pantas untuk ku kagumi, bukan untuk ku genggam. Kamu kupandangi diam diam, bukan karena aku tak berani mengutarakannya secara nyata. Namun, karena aku adalah seorang perempuan yang memang dikodratkan hanya untuk menunggu, menunggu, dan menunggu. Dan mungkin memang sampai nanti aku hanya bisa menunggu, mengagumi, dan memujamu dalam sembunyiku.
Mungkin aku tak akan mungkin bisa mengenal sosokmu. Dan kamu, tak akan mungkin mengetahui sosokku. Aku hanya tau kamu yang kulihat seperti setiap harinya. Sempurna. Berbeda. Segalanya. Rasa ini memang bukan cinta, karena tumbuh dan berseminya terlalu cepat untuk dirasakan, terlalu berlebihan, dan terlebih lagi aku dan kamu tak saling mengenal. Mungkin benar, ini lebih tepat disebut kagum. Tapi, dibalik rasa kagumku ini terselip rasa ingin memiliki sosokmu yang hanya bisa ku puja dari kejauhan. Memerhatikan segala gerak gerik tubuhmu yang tak pernah kau sadari bahwa dalam kehadiranmu itu ada seseorang yang selalu ingin menatapmu, melihat senyummu, dan berharap suatu saat nanti bisa mengenalmu secara nyata bukan sekedar ilusi.
Bisa memerhatikanmu diam diam walau tak benar benar menyentuhmu, itu sudah melengkapkan hari hariku. Memiliki sosokmu walau hanya dialam mimpi pun sudah sangat cukup bagiku, apalagi jikalau itu menjadi nyata. Dengan mudahnya kau masuk memenuhi sudut ruang otakku, dan kini hatiku dipenuhi oleh guratan guratan indah yang mengukir namamu. Ingin rasanya kuhabiskan waktuku hanya untuk menatapmu dari kejauhan, memerhatikan gerak gerikmu hingga membuatku tersenyum tak karuan, serta mengagumi indahnya sosokmu, lagi dan lagi. Sampai tiba saatnya, saat dimana mataku telah lelah menatapmu dan menutup untuk selamanya. Berlebihankah? Tapi kamu memang terlalu indah, dan mustahil jika aku bisa mencuri perhatianmu sehebat kamu yang telah berhasil mencuri perhatianku. Aku tak mengharap lebih untuk bisa menggenggammu walau sesaat saja, karena cinta memang takkan bisa dipaksakan. Biarlah hanya aku yang mengagumi sosokmu dengan tulus tanpa mengharap balas, karena kita memang tak saling mengetahui.
Aku disini menunggumu selalu, memujamu dalam sembunyiku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar