Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.
Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisah kita. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu saat kau berkata, "Aku mencintaimu," aku merasa senja tak lagi membawa berita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita.............................., dengan senja yang sewarna?
Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.
-Winna Efendi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar