Jumat, 15 Agustus 2014

Legenda Pulau Kemaro

Bdw, kali ini kita ngebahas legenda dulu ya gaes. Dan pilihan gua tertuju sama legenda pulau kemaro yg berasal dari sumatera selatan ini, okee langsung aja yaaa....

Kemaro dalam bahasa Palembang berarti “kemarau”. Menurut masyarakat Palembang, nama tersebut diberikan karena pulau ini tidak pernah tergenang air. Ketika air pasang besar dan volume air Sungai Musi meningkat, Pulau Kemaro tidak akan kebanjiran dan akan terlihat dari kejauhan terapung di atas perairan Sungai Musi.

Pulau Kemaro mempunyai legenda, yaitu kisah putri raja Siti Fatimah dan saudagar Tionghoa bernama Tan Bun An pada zaman Kerajaan Palembang. Saat itu, kedua pasangan tersebut baru pulang dari Tiongkok dan Siti Fatimah bertemu dengan orang tua Tan Bun An. Namun setibanya di pesisir Sungai Musi, Tan Bun An kaget bukan kepalang.

7 Guci hadiah yang diberikan dari orang tuanya ternyata berisi sayuran berupa sawi-sawi asin. Tanpa pikir panjang, Tan Bun An malah menendangnya ke dalam Sungai Musi entah apa alasannya. Tapi, guci terakhir ternyata pecah di dek kapal dan berisi hadiah yang diyakini emas. Tan Bun An lalu nyebur ke air untuk mencari guci-guci tadi. Namun, saudagar Tinghoa itu tak muncul-muncul ke permukaan.

Pengawalnya pun lantas menyelam untuk mencarinya, tapi malah dia juga tak muncul ke permukaan sungai. Melihat itu, Siti Fatimah juga ikut menyeburkan diri ke air demi mencari kekasihnya.

Nahas, mereka semua justru tak muncul ke permukaan air dan konon muncullah Pulau Kemaro di tempat mereka bertiga itu. Legenda tersebut tertera di dekat Vihara Hok Tjing Rio yang ditulis oleh Disparbud Kota Palembang tahun 2009. Siti Fatimah yang menyelam ke air demi menemukan Tan Bun An, diyakini sebagai lambang cinta sejati.

Berdasarkan legenda tersebut, muncullah mitos pohon cinta yang letaknya ada di tengah-tengah Pulau Kemaro. Konon, wisatawan percaya kalau nama mereka dan pasangan tertera di sana, maka cinta mereka akan abadi selamanya seperti cinta Siti Fatimah dan Tan Bun An.

Selesai~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar