Jumat, 22 November 2013

Tolong jelaskan agar aku paham

"Entahlah... aku tak tau akan seperti apa jika suatu saat nanti retinaku tak akan menangkap ragamu lagi. Lebih tepatnya kamu telah pergi."

Hari demi hari yang kulalui selalu saja monoton, tak ada yang berbeda. Selalu saja KAMU yang memenuhi setiap sudut ruang otakku, selalu saja kamu yang terus menerus menjadi bunga tidurku, dan kamu lagi-lagi membuatku menjadi semakin menggila karena pesonamu.

Sebenarnya bukan hanya karena pesonamu yang menarik perhatianku, tapi kamu sangatlah berbeda. Aku rasa kini aku mulai mencintaimu lebih dalam lagi, walaupun harus menunggu seribu tahun lamanya tapi selama itu membuatku bahagia tak apa. Yang penting aku bahagia dan kamu pun begitu..

Banyak hal-hal bodoh yang aku lakukan saat mencintaimu seperti sekarang ini, bahkan berkali-kali melakukan hal di luar akal sehatku. Seperti orang gila. Dan sedikit kehilangan logika. Namun, bukankah yang dinamakan cinta memang begitu? Membuat seseorang lebih terlihat konyol dan sedikit egois.

Kini aku tak mencintaimu secara diam-diam lagi. Bukan pula secara terang-terangan. Tapi aku hanya mengekspresikan apa yang memang sebenarnya aku rasakan. Kamu pun sepertinya sudah mengetahui keberadaanku, seseorang yang selalu menanti kehadiranmu setiap waktunya. Memandangmu dari jarak yang tak terlalu jauh, dan mendapati mata kita yang saling bertemu itu sudah menunjukkan bahwa kita memiliki perasaan yang sama. Tapi kau membuat semua ini menjadi rumit.

Berkali-kali, melalui tatapan tajam matamu dan senyuman yang spontanitas terbentuk dibibirmu, kamu seolah menunjukkan bahwa kamu menaruh perasaan yang lebih padaku. Dan mendapati kamu yang tertangkap basah sedang diam-diam memperhatikanku dari kejauhan, itu sudah mengisyaratkan bahwa kamu (ku anggap) juga mencintaiku.

Tapi, terkadang kamu berbeda dari biasanya.. Kamu acuh. Mengabaikan. Cuek. Dan seolah tak peduli. Saat kita bertemu, bahkan kamu sama sekali tak tersenyum seperti kemarin. Senyum manismu tiba-tiba saja hilang dan aku benar-benar tak paham apa yang sebenarnya terjadi. Kamu rumit. Sulit ditebak. Dan penuh dengan kejutan. Selang beberapa waktu, tiba-tiba saja kamu salah tingkah, mencoba mengendalikan emosimu namun kau tak mampu. Itu semua terbaca olehku wahai kekasih idaman~

Kamu munafik. Kamu sudah berkali-kali aku dapati sedang memperhatikanku dari tempatmu itu, tapi saat aku mulai menyadarinya kamu selalu mencoba agar terlihat acuh. Hati tak bisa dibohongi. Walaupun kau terus mencoba tak peduli, tapi bila hatimu berkata peduli itu semua akan sejalan dengan hatimu.

Harusnya kau paham, seseorang yang selalu memperhatikanmu itu bukan hanya sekedar memperhatikanmu saja. Dia mencintaimu. Dan dia juga berharap kamu mencintainya seperti yang kau tunjukkan selama ini lewat bahasa tubuhmu. Namun, bila kamu tak mencintainya, dan isi hatimu yang selalu diterka-terkanya tak sesuai. Biarkanlah dia tetap menganggap kamu mencintainya sampai dia mengerti bahwa cintamu bukanlah miliknya..


WAHAI KEKASIH IDAMAN, 
TOLONG JANGANLAH MENCOBA PERMAINKAN PERASAANKU
BILA CINTA, KATAKAN SAJA CINTA
BILA TIDAK, KATAKAN DENGAN LEMBUT TANPA MEMATAHKAN HATI
JANGAN TERLIHAT MUNAFIK SEPERTI ITU
MUNAFIK AKAN MEMBUAT SEGALANYA MENJADI RUMIT
TOLONG JANGAN BIARKAN AKU TERUS MENUNGGU
AKU TAK LELAH MENUNGGU, AKU HANYA INGIN TAU ISI HATIMU
TOLONGLAH. DATANG. JELASKAN. AGAR AKU PAHAM:''')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar